Kamis, 15 April 2010

INDAHNYA PERSAHABATAN


Oleh: Siti Rasehaya

Proses pertemananan mjd sahabat mamang tdk terjalin secara otomatis, tapi membutuhkan proses.
Saat pertama kenal nama Erina Bolli, tdk menyangka kalau dia gadis belia yg baru berusia 11 th, gadis kecil yg luar biasa, pandai, lincah, lucu, jail,yg tercermin dalam komentar dan statusnya, membuat orang yg mengenalnya bisa "jatuh cinta"

Namun tak disangka, dlm keceriaanya itu tersimpan penderitaan karena sakit yg diderita, namun Erina tdk pernah menangisi dirinya, walau sejak umur 2 th. sdh ditinggal berpulang mamanya, dia tumbuh mjd anak yg dewasa.karena keseharianya banyak dikelilingi buku yg menemaninya.

Kerinduan akan figur seorang mama dia temukan dlm dunia maya lewat akun fecebooknya, diantara teman yang pernah dia sebutkan saya biasa dia sebut Bunda, Tante Sisil, mba Meiy, dan mba Desah.
Kehadiran kami memang utk memberikan rasa cinta dan kasih yg tulus untuk mensupport semangat hidupnya, disaat raga mulai rapuh karena penyakitnya.

Sedikit mengutip statementnya dalam komentar di wallnya" Perhatian tante dan bunda telah mengikis kepsrahan Ein, kasih yg tante dan bunda hadirkan pd Ein membuat Ein sangat berharap dapat melihat wajah kalian, sebelum Ein di panggil Tuhan, kalau kematian rasanya Ein sdh sangat siap, namun sekarang kalau boleh Ein ingin terus hidup"

Wenti, kenapa wajah saya tidak seceria saat kita bertemu di Senayan, karena rasa haru biru, antara sedih dan bangga bisa mengenal mendiang Erina. Dan kini kita dipersatukan oleh sahabat- sahabatnya yg menyayanginya, tanpa melihat latar belakang Agama, suku, ras/ etnis, kaya/miskin, semua telah menyatu tetap menyayangi Ein walau telah tiada, seperti yang dilakukan tante Sisil mengundang teman dan tetangga yg seiman untuk mendoakan 40 hari meninggalnya Erina, dan kita yg berbeda keyakinan mendoakanya dgn caranya sendiri.

Inikah yang namanya kasih sepanjang masa? walau tak bisa menyentuhnya tapi mampu merasakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar